Kamu tunggu dulu ya, aku mberesin ini dulu,” Sarah agak memaksaku sambil membenahi catatan-catatan rapat. Bokep indo jilbab Abisnya Mbak Viona ini lucu,” kataku.“Lucu kepalamu,” Mbak Viona sewot.“Ya luculah. Kukira Mbak Viona ini lembut kayak Sarah, ternyata galak juga!” Aku tersenyum menggodanya.“Ih, senyam-senyum mlulu. Setelah itu mulai kugoyang-goyang pantatku pelan-pelan sambil kupejamkan mata. Akhirnya kami jalan bersama sambil ngobrol soal-soal ringan yang lain. Mbak Viona membuka mata, kemudian bangun dari sandarannya dan mendekatkan kepalanya padaku.“Gimana, Mbaknya mau di-embat juga?” ledeknya sambil berbisik.“Kan lain jurusan,” aku membela diri. Melihat itu aku langsung bangkit dan berlari ke arah Mbak Viona. Kalau BH-ku rusak, emangnya kamu mau ganti,” lagi-lagi hidungku jadi sasaran. Sama sepertiku, hanya beda level.




















