Jangankan Rani yang telah menolak cintaku, Dian Sastro pun pasti berlutut di depanku. Gina mendesis-desis menikmati segala kenikmatan yang barusan kami lalui.Tapi aku masih belum puas malam ini. Bokep Eehh.. Tapi yang terpenting aku harus membuktikan kesaktian ilmu Lebur Jiwa malam ini juga.Aku melangkah masuk ke pekarangan rumah. Gina menjadikan rambutku sebagai pegangan, tapi aku menjadikan bokong Gina sebagai pegangan. “Uuohh.. “Gin, aku mau keluar sayang..”
“Tunggu Doon.. Ouuhh.. sampai pusarku dan menjilatinya beberapa saat. “Iya, ada apa Don?”
Berhasil! “Gin, aku mau keluar sayang..”
“Tunggu Doon.. Menjilat semua yang tersentuh oleh lidahku dan menghisap semua yang tergenang disitu. Tiba-tiba saja aku merasakan penisku menegang. Dan kamipun mengakhirinya dengan kelelahan yang terhapus oleh sisa-sisa keindahan.Aku antar Gina sampai pagar depan. aku bagai terkencing-kencing dibuatnya. Tapi yang terpenting aku harus membuktikan kesaktian ilmu Lebur Jiwa malam




















