Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Bokep Dia menyerah.Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Si bukit kembar yang kenyal. Mungkin tidak terdengar. Tapi itu dulu.Hampa kadang terasa. Dia tidak tahan. Aku terus menggerakkan jariku. Mungkin warnanya hitam. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Jantungku berdegup keras.Lama sekali orang itu di toilet. Aku menurut. Dia terengah-engah. Asap bus benar-benar menyesakkan. Si bapak sedang sibuk dengan PDAnya. Terus ke bawah, dan kutemukan apa yang kucari. Item manis sih tepatnya. Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi.




















