Bagaimanapun aku lelaki normal. Bokepindojilbab Sedangkan untuk kembali ke kampung, rasanya malu sekali karena gagal menaklukan kota metropolitan yang selalu menjadi tumpuan orang-orang kampung sepertiku.Seperti hari-hari biasanya, siang itu udara di Jakarta terasa begitu panas sekali. “Cuma SMP.”
“Wah, sulit kalau cuma SMP. Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana. Nggak tahu ya kenapa, tiba-tiba saja mogok”, sahutnya sambil memandangiku penuh Curiga. Mengisi kegersangan dan kesunyian hatinya yang selalu ditinggal suami. “Punya ijazah apa?”. Kemana saja Nyonya Majikan pergi, aku selalu berada di sampingnya. Ahh.., Cepetan dong, aku sudah nggak tahan nih..”, desah Nyonya Wulandari dengan suara rintihannya yang tertahan.Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih dan mulus. Terasa perih, tapi juga sangat nikmat sekali. Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput.




















