Hahahaha…”
Tapi Chie hanya terdiam, memeluk kedua lututnya. Apalagi di saat-saat seperti ini. Bokep indo jilbab Waktu itu Jay juga sedang mengejar Chie. Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku. Ah. Tertawa paling pahit yang pernah kudengar dari mulutku.Chie, sekarang sudah menjadi istri pengusaha kaya raya, dan bule. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Bibirnya sedikit terbuka. “Aku ingin bercinta denganmu, Ray.”
“Jangan, Chie!”
Kupegangi kedua pundaknya, menjauhkan kepalanya. “Bisnis,” Chie mendesah. Di saat aku pun berjuang melawan desisan hawa nafsu yang bergejolak dalam diriku.“Ray…”
“Ada, pasti ada suatu saat nanti,” desahku.




















