Orang disekelilingnya mulai memperhatikan chintya karena hal tersebut.“Mas, kamu ngapain?!” Bagaikan disambar petir, suara itu datang dari seorang bapak usia senja yang sejak tadi memperhatikan gelagat aneh Bram.“Pak security! Bahkan, chintya mencoba membuka resleting celana Bram saat itu juga.“Jangan mbak…” Bisik bram kepada chintya.Bukan berhenti, chintya malah menyandarkan tubuhnya ke tubuh Bram tanpa menghiraukan pandangan orang lain. Bokep Kereta mulai jalan, bram tidak mampu menahan goyang badannya sehingga penisnya tak sengaja bergesek ria dengan pantat wanita tersebut.“Maap mbak..” dengan gugup bram membisikkan kalimat tersebut ke wanita itu. Gue naik kereta.
– BramBram yang belum punya kendaraan sendiri terpaksa memakai transportasi umum untuk menunjang aktivitas hariannya.




















