Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi. Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Bokep Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Direbahkan kepalanya di bahu kananku, sambil sesekali menyibakkan rambutnya yang panjang hingga lehernya terlihat dan nyaris tanpa batasmenyentuh bibirku. Aku hanya tersenyum dalam hati. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi.




















