“Ya sudah…”, balas Candra lalu membuka kunci pintunya kembali, “Silahkan kembali ke kamarmu…”, dengan nada sedikit mengancam membuatku ketakutan.Sial, aku tidak bisa berbuat apa-apa, hatiku bergejolak kuat, ingin rasanya aku menangis. ‘Saya di kamar nomor 14, cepetan’, cuma itu isi dari smsnya. Video bokep Dan tampak dia sudah tidak tahan, ia kemudian menjambak rambutku dan menarik kepalaku hingga mengentuhkan wajahku ke penisnya. Candra juga entah telah menggunakan obat apa yang membuatnya bisa setangguh ini.“Lu mau cobain ga bro?”, tanya Candra kepada Dwi. Aku jijik dengan diriku ini. Chandra pun segera duduk di ranjang, sedangkan aku berlutut di depannnya. “Kalau kamu sudah putus dengan pacarmu itu, Mas Chandra siap jadi cadanganmu… Hehehehe”, lanjutnya sambil kembali mengambil video saat aku tengah mengocok penisnya dengan tangan.




















