Aryati tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini. Bokep “Pak, masukin.pak” Aryati memohon. Walaupun kadang melihat Aryati pengin banget ngerasain tubuhnya. “Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obatpun saya harapkan bisa hilang”. Tak pernah sekejappun Aryati membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan. Saya adalah seorang Penjual alat-alat medis untuk keperluan rumah sakit. Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”. Tapi
“what the hell, what will be, will be”. Tapi
“what the hell, what will be, will be”. Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya. Siang itu setelah Aryati menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang 2 wujud menakjubkan itu ada di depan saya.




















