Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Bokep “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. “Erik marah..”, pikirku. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Aku memekik dan mulai menangis. Tapi, tidak saat ini. Kamu itu perempuan apa??!! Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Aku mendesah panjang. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang.




















