“Ok deh Mam, eh kamu mau lunch bareng nggak nanti?” Hendra bertanya sambil melangkah menuju pintu. Kurasakan detak jantungku kian berdentang kencang dan nafasku kian berat. Bokep Nina sendiri masih terlihat sangat muda, mungkin sekitar 22-23 tahun umurnya, kulitnya kuning langsat dan wajahnya khas Mojang Priangan dengan kecantikan yang lumayan. Perasaan yang mengatakan kalau aku tidak sendiri di ruangan ini. Kini giliran Nina yang gencar mencumbui leher Diana yang tampak mengkilat bersimbah peluh. Aku cukup akrab dengan “mainan” itu karena aku memiliki koleksi-nya di rumah. Bahkan bayanganku tentang hubungan lesbian selama ini tidak se-“seram” kenyataan yang terlihat gamblang di depan mataku.Aku menarik nafas panjang dan sejenak berusaha menerima fakta di depanku bahwa gosip si Hendra benar dan cerita Bramanto si satpam juga benar adanya.




















