Setelah itu aku diantar pulang Pak Nono. Bokep Rasanya sarafku akan putus saat lidahnya menjilati leherku. Saat itu hujan turun lumayan deras, aku menunggu tapi mobil angkutan selalu saja penuh dan jalanan pun semakin sepi dan aku sudah basah kuyup tak karuan. Lama kelamaan aku mulai terhanyut dan membalas ciuman Pak Nono walaupun ciumanku belum sempurna. Kakiku berontak dengan berusaha menendangnya. Aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut, tubuhku lemas dan kakiku menjepit kepala Pak Nono. Sentuhan-sentuhan beliau turun keleherku. Akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak akan dikuliahkan lagi, sebenarnya aku ingin meneruskan pendidikanku, tapi apa daya orang tuaku sudah kesal dan tidak mempedulikanku lagi. Kami pun mengobrol tanpa canggung lagi.










