“Maaf Diet.. Bokep Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya. “Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya. Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya. “Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku. “Maksud kamu?”tanya Ananda lagi. “Adietya!” kataku pendek. Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi




















