Celingak-celinguk memeriksa orang-orang disekitarku. Pandanganku tiba-tiba berhenti di saf ke 4, dia pria yang kemarin, hari ini dia jauh lebih tampan lagi bila dilihat lebih dekat, wajahnya dihiasi janggut yang sering dicukur rapih dan menimbulkan warna biru keabu-abuan, kelihatan maskulin sekali, hidungnya juga sangat mancung dan matanya bersorot tajam. Bokep indo he-he..”
Belum terlalu tua katanya, aku pikir dia sudah mapan untuk berkeluarga. “Apa itu kamu?”
“Ha-ha-ha.. Karena keenakan ngomong jadinya kelepasan kalo saya sering main di warnet klub. Saat dia melakukan serve, pikiranku melayang melihatnya bergaya dengan gagahnya sampai-sampai aku tidak sadar kalau bola yang ia pukul mendarat persis di pelipisku. Aku tidak akan mendapatkan cintaku kalau aku tidak mendapatkan keberanian, kesempatan, dan kemauan. Seperti biasa, kalau malam saya pergi ke warnet untuk surfing ataupun chatting, kebetulan tempatnya adalah kubu TBE klub itu sendiri,




















