Namun setelah orangtuaku tahu rencana kami, mereka justru mengantarku ke ibu kota kabupatenku untuk mendaftar pada salah satu perguruan tinggi negeri di kota tersebut, sementara pacarku tetap mendaftar di makassar, sehingga kami betul-betul berpisah dan sulit bertemu lagi.Singkat cerita, setelah aku lulus dan tinggal di salah satu panti asuhan bersama teman-teman sekampungku, aku merasa terikat sekali, karena semua kegiatan harian kami di tempat itu serba diatur dan dikontrol, sehingga aku sulit bergaul dengan orang-orang di luar asrama, kecuali saat kuliah. Bokep “Pasti dong, siapa yang mau marahi aku? Wajahnya, bodinya, penampilannya, suaranya dan sikapnya terhadapku sulit sekali aku bedakan dengan mantan pacarku sehingga aku berpikir mungkin Tuhan sengaja mempertemukanku dengannya sebagai ujian bagiku atau pengganti kekecewaanku tempo hari. “Uhh..ihh..aahh” Nafas Nidar seolah tak terkendali dan sulit dirahasiakan, untung hujan keras.




















