Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. Chie melambaikan tangannya dari atas balkon. Bokepindojilbab “Chie…” erangku tertahan, mataku terpejam. “Chie?” tanyaku. Jay. Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. “Seandainya saja pikiran kita sudah lebih terbuka, mungkin Indonesia sudah kehabisan perawan. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Namun sebuah tepukan di pundakku membuka mataku. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil. Ray, pemuja kasih dan seorang pecinta. Kami masih sering berkelana di dunia fana, menemani hantu-hantu malam yang berkeliaran di naungan kepak-kepak sayap cinta dan kasih sayang, mengembangkan layar mencari pelabuhan perhentian kami.Kami bertiga masih berteman.




















